I’TIKAF menurut istilah adalah berdiam dimasjid dalam rangka ibada dari orang – orang tertentu, dengan sifat atau cara yang tertentu.tujuan I’tikaf adlah agar mendapatkan lailatul Qodar, yaitu suatu malam yan berkah , malamnya lebih baik dari seribu bulan.dimalam itulah uat islam harus banyak menghidupkan malamnya dengan ibadh. Seperti shlat, dzikir dan tadarus Qur’an.nabi rosulloh bersabdah : “Di bulan ramadhan ini terdapat laituk qadar yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa diharamkan dari memperoleh kebaikan didalamny, maka dia akan luput dari seluruh kebaikan “.
I’TIKAF : MEMBANGUN KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPIRITUAL
I’ tikaf yang sesuai dengan aturan akan menghasilkan pribadi – pribadi yang tangguh dan unggul, kita ambil contoh kecerdasan emosional / aklak ini menempati point paling tinggi dari pada cara berfikir dan adapt bawaan seseorang .
Didalam I’tikaf akan dilatih untuk memperbaiki hubungan kepada allah, memperbaiki hati, memaksimalkan untuk ibadah, membaca al Qur’an, solat berdoa dana berzikir, menjaa kualitas puasanya dari hawa nafsu, meminimalisir dalam keduiaan dan mampu berinteraksi denagan apa adanya.
Nilai-nilai yang pendidikan yang akan didapatkan dalam I’tikaf, adalah :
Pertama, sosialisasi definisi ibadah secara unifersal.I’tikaf mengorigialkan kepada yang melakukannya defiisi ibadah akan hak allah,dimana manusia diciptakan jin dan manusia melainkan mereka beribadah.
Kedua, mendapatkan lailatul qodar, yaitu salah satu tujuan dari I’tikafnya rasullah,dimana beliau melakukan I’tikafnya diawal ramadhan kemudian memasuki pertengahan una mendapatkannya. Tatkala beliau mengetaui bahwasanya lailatul Qodar disepuluh terakhir ramadhan,maka beliau beri’tikaf disepuluh terakhir itu.karena itulah rosulloh bersabdah, “carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan ramadhan.” (HR.Bukhari no.2017)
Ketiga, membiasakn tingal dimasjid.orang yang beri’tikaf diharuskan tinggal dimasjid dengan kurun waktuyang ditentukan.terkadang oran yang beri’tikaf secara kemanusiaan tidak betah di permulaan I’tikaf,akan tetapi rasa tidak betah ini dengan ceapat akan jungkir balik secara p[epelajaran dimana jiwa seorang muslim akan merasa nyaman dan tuma’ninah berdiam dimasjid.
Keempat, lebih jauh pentingnya tinggal / I’tikaf dimasjid berimplikasi pada :
a. orang yang dicintai tigal di masjid dan mengetahui kapasitas rumah alla dimana mempunyai nilai dan sisinya yaitu golongan yang dilindungi allahdi hari yang tidak ada lindungan kecuali lindungan-Nya.
b. orang yang tinggal dimasjid sambil menuggu sholat, menunggunya sama dengan pahala mengerjakan sholat dan malaikat meminta ampunan kepada alllah untuknya.Rosullah brsabdah “ sesunggunya malaikat mendoakan kalian selama dimasjid dan dalam keadaan suci; ya allah ampunilah dan kasihanilah…”
c. jauh dari kehidupan yang mewah dan zuhud dalam urusan dunia.
d. menyalahkan kebiasaan-kebiasaan yang non produktif
e. pembelajaran sabar yang terus menerus, sabar dari mengekang diri, makanan, istri, kasur yang empuk dan banyak lagi.







0 komentar:
Posting Komentar